NASI GORENG Saepudin
Saepudin sudah menjadi pedagang nasi goreng
sejak tahun 1994. Pertama kali dia menginjakkan kaki di Jakarta, sudah beberapa
pekerjaan dia lakoni. Terakhir, bermula dari ikut temannya, Saepudin memilih
untuk bertarung di kerasnya kota Jakarta sebagai pedagang nasi goreng. Saban
hari dia mampu menghabiskan sembilan kilo beras. Sedangkan untuk akhir pekan
bisa meningkat dua kali lipat. "Yah seporsi bisa Rp 17 ribu, itu yang
spesial, biasa Rp 13 ribu," ujarnya.
Dia mengaku sudah beberapa kali pindah tempat mangkal. Rata-rata dia mencicipi hampir semua wilayah Jakarta mulai dari Petukangan, Salemba, Matraman, Menteng, dan terakhir hingga saat ini menetap untuk berjualan di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. "Yah sudah beberapa kali coba peruntungan dan terakhir di Pasar Rumput," kata lelaki kelahiran Tegal itu.
Dia mengaku sudah beberapa kali pindah tempat mangkal. Rata-rata dia mencicipi hampir semua wilayah Jakarta mulai dari Petukangan, Salemba, Matraman, Menteng, dan terakhir hingga saat ini menetap untuk berjualan di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan. "Yah sudah beberapa kali coba peruntungan dan terakhir di Pasar Rumput," kata lelaki kelahiran Tegal itu.
| Nasi goreng dijual dengan harga 10.000 perporsi. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar