Kamis, 19 Juli 2018

Tenses Softskill 4

·         Tenses is a verb form in English to show the time (present, future, or past) of an event.
Tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk waktu (sekarang, masa depan, atau masa lampau) terjadinya suatu .
·         Various uses, formulas, and sample tenses.
Macam-macam penggunaan, rumus, dan contoh tenses:


·         Simple Present Tense
Menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang.

Rumus : Subject + Verb1
Contoh : he is so handsome.

·         Present Continues Tense
Menyatakan kejadian yang sedang berlangsung atau rencana di masa depan.

Rumus : Subject + to be (is/am/are) + Verb-ing
Contoh : I am playing soccer now.

·         Present Perfect Tense
Menyatakan suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai pada masa lampau dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lampau atau masih berlanjut hingga sekarang.

Rumus : Subject + have/has + Verb3
Contoh : I have lived in jakarta for two yaer.

·         Present Perfect Continues Tense
Menyatakan kejadian yang telah terjadi pada masa lampau atau kejadian yang dimulai pada masa lampau dan masih berlanjut hingga sekarang. Biasanya kejadian tersebut memiliki durasi waktu tertentu dan terdapat relevansi dengan kondisi sekarang.

Rumus : Subject + have/has + been + Verb-ing
Contoh : the girls have been playing dolls for an hour.

·         Simple Past Tense
Menyatakan suatu kejadian terjadi di masa lampau.

Rumus : Subject + Verb2
Contoh : The movie begins at 09.00 AM.

·         Past Continues Tense
Menyatakan suatu kejadian sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.

Rumus : Subject + was/were + Verb-ing
Contoh : The boy was crying all day yesterday.

·         Past Perfect Tense
Menyatakan suatu kejadian telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum kejadian lainnya terjadi.

Rumus : Subject + had + Verb3
Contoh : When he came last afternoon, the musical performances had run out.

·         Past Perfect Continues Tense
Menyatakan suatu kejadian (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lampau.

Rumus : Subject + had + been + Verb-ing
Contoh : The college student had been demonstrating for an hour when the president came.

·         Simple Future Tense
Menyatakan suatu kejadian terjadi di masa depan, secara spontan atau terencana.

Rumus : Subject + will + base infinitive
              Subject + to be (is/am/are) + going to + base infinitive
Contoh : i am going to meet him tomorrow.

·         Future Continues Tense
Menyatakan kejadian yang akan terjadi di masa depan.

Rumus : Subject + will + be + Verb-ing
Contoh : He will be doing homework at 11.00 PM.

·         Future Perfect Tense
Menyatakan suatu kejadian yang akan selesai pada suatu wkatu tertentu di masa depan.

Rumus : Subject + will + have + Verb3
Contoh : At this time next week, I will have finished my Arab course.

·         Future Perfect Continues Tense
Menyatakan kejadian yang sudah berlangsung selama sekian lama pada waktu tertentu di masa depan.

Rumus : Subject + will + have + been + V-ing
Contoh : The dog will have been going long when you get home.

·         Simple Past Future Tense
Menyatakan kejadian yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada di masa lampau.

Rumus : Subject + would + base infinitive
Contoh : she would kiss you.

·         Past Future Continues Tense
Menyatakan sistuasi imajiner yang sedang berlangsung apabila kondisinya terpenuhi.

Rumus : Subject + would + be + Verb-ing
Contoh : I would be attending the conference if I was in Bandung.

·         Past Future Perfect Tense
Menyatakan suatu kejadian yang tidak terjadi di masa lampau.

Rumus : Subject + would + have + Verb3
Contoh : If you had saved your jewelry money in a safety deposit box, they would not have gone.

·         Past Future Perfect Continues Tense
Menyatakan situasi imajiner yang sedang berlangsung pada waktu tertentu selama periode tertentu di masa lampau.

Rumus : Subject + would + have + been + Verb-ing
Contoh : If his driver’s license have been approved, he would have been working abroad for a month.



Kamis, 15 Maret 2018

my waterfall trip



my waterfall trip …..
This trip took place in february 2014, me and my friends are holidaying again in the village of Cicadas, Mt. Bunder, Bogor City decided to go for a trip to Curug (waterfall) Seribu. The entire member there were 9 of us that morning went to Curug Seribu by motorcycle. Locals used to call this activity "up" because we had to climb up Mount Bunder, where the Curug Seribu was located. On the way everything is fine. All members are also in a fit state, no one is sick or anything. By riding our motorcycle along the slopes of Mount Bunder the right left is filled with rice fields, cassava gardens, and villas resorts. Mount Bunder has many waterfall attractions such as Curug Ngumpet, Curug Cihurang, and Curug Cigamea. But the highest one is Curug Seribu. That's why we chose Curug Seribu as the destination.
Arriving at the entrance of Mt Bunder protected forest we paused to collect the entrance fee (I paid Kenda, Thanks Kenda (^ _ ^) and took some photos, and after about thirty minutes we resumed our journey. flanked by pine forest For a few moments the sunlight is blocked by dense foliage The streets keep turning and climbing and then we reach the gate to the entrance of Curug Seribu From here the motor is rather difficult to pass because the road is filled with large stones. natural women get off the bike and go on foot, while the men have to struggle to push their bike.After about half an hour we arrive at the main entrance of Curug Seribu and from where the real journey begins.

As the name implies, Curug thousand has ketinggiam more than a thousand meters. According to the data I read on the internet the altitude reaches between 705-1050 meters atar sea level with a very heavy rain water coming from Mount Salak. Yep, Mount Salak Audience! The famous mountain swallowed many casualties both on land and in the air because the terrain is still very thick and fog so thick. Therefore the journey to Curug Seribu is not an easy thing. At first we met a fairly wide grass, somewhat like the hills teletubies, from here we can see the cluster of Mount Salak Beautiful. Lots of families and some picnic youth groups in this area. We, especially my boyfriends, are tired of walking and taking a break. do not forget our photos are there hehehe. Lucky the sun is not so hot as the weather is always cloudy at the time. After a satisfied picture we started climbing the mountain through the valley. This is serious! This is not the lyrics of a hatori ninja song! We really climbed the mountain and passed the valley.

First we did not forget to pray to be protected by Allah SWT, then we left, One hour we walked into the forest but not yet seen the signs of the existence of Curug Seribu. All we see are trees, rocks, and ravines. Every once in a while the distinctive voice of the forest insects. We continued down into the forest, darkened and everything was exhausted. and skitar 1 hour 45 minutes we were up.
Two more hours we enjoyed the natural beauty of Curug Seribu, swimming in a pool of cold water so

piercing bones. But we do not care, who can also reject the charm of beauty offered by this Creator? I was not keukeuh want to swim and do not bring any clothes directly sink into the pool. Yes drowning, I can not swim hahahaha ... sempet diajarin swim so the same polar bear (read: Ditya) but it does not work. But that did not diminish my euphoria in having fun with everyone else. Can not swim, water any so. Wet body origin all happy.


Minggu, 19 November 2017

Metodologi Audit Teknologi Informasi

Metodologi Audit Teknologi Informasi
 
Tahapan Audit Teknologi Informasi


1.      Tahapan Perencanaan
Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien.
2.      Mengidentifikasikan Resiko Dan Kendali
Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-praktik terbaik.
3.      Mengevaluasi Kendali Dan Mengumpulkan Bukti-Bukti
Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi, dan review dokumentasi.
4.      Mendokumentasikan
Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee.
5.      Menyusun Laporan
Mencakup tujuan pemeriksaan, sifat, dan kedalaman pemeriksaan yang dilakukan.
 


Jenis-jenis Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi dapat digolongkan dalam tipe atau jenis-jenis audit sebagai berikut :

a. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

Adalah audit yang dilakukan untuk mengetahui tingkat kewajaran laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan (apakah sesuai dengan standar akuntansi keuangan serta tidak menyalahi uji materialitas). Apabila sistem akuntansi organisasi yang diaudit merupakan sistem akuntansi berbasis komputer, maka dilakukan audit terhadap sistem informasi akuntansi apakah proses/mekanisme sistem dan program komputer telah sesuai, pengendalian umum sistem memadai dan data telah substantif.

b. Audit Operasional (Operational Audit)

Audit terhadap aplikasi komputer terbagi menjadi tiga jenis, antara lain:
  1. Post implementation Audit (Audit setelah implementasi)
    Auditor memeriksa apakah sistem-sistem aplikasi komputer yang telah diimplementasikan pada suatu organisasi/perusahaan telah sesuai dengan kebutuhan penggunanya (efektif) dan telah dijalankan dengan sumber daya optimal (efisien). Auditor mengevaluasi apakah sistem aplikasi tertentu dapat terus dilanjutkan karena sudah berjalan baik dan sesuai dengan kebutuhan usernya atau perlu dimodifikasi dan bahkan perlu dihentikan.
    Pelaksanaan audit ini dilakukan oleh auditor dengan menerapkan pengalamannya dalam pengembangan sistem aplikasi, sehingga auditor dapat mengevaluasi apakah sistem yang sudah diimplementasikan perlu dimutakhirkan atau diperbaiki atau bahkan dihentikan apabila sudah tidak sesuai kebutuhan atau mengandung kesalahan.
  2. Concurrent audit (audit secara bersama)
    Auditor menjadi anggota dalam tim pengembangan sistem (system development team). Mereka membantu tim untuk meningkatkan kualitas pengembangan sistem yang dibangun oleh para sistem analis, designer dan programmer dan akan diimplementasikan. Dalam hal ini auditor mewakili pimpinan proyek dan manajemen sebagai quality assurance.
  3. Concurrent Audits (audit secara bersama-sama)
    Auditor mengevaluasi kinerja unit fngsional atau fungsi sistem informasi (pusat/instalasi komputer) apakah telah dikelola dengan baik, apakah kontrol dalam pengembangan sistem secara keseluruhan sudah dilakukan dengan baik, apakah sistem komputer telah dikelola dan dioperasikan dengan baik.
    Dalam mengaudit sistem komputerisasi yang ada, audit ini dilakukan dengan mengevaluasi pengendalian umum dari sistem-sistem komputerisasi yang sudah diimplementasikan pada perusahaan tersebut secara keseluruhan.
    Saat melakuan pengujian-pengujian digunakan bukti untuk menarik kesimpulan dan memberikan rekomendasi kepada manajemen tentang hal-hal yang berhubungan dengan efektifitas, efisiensi, dan ekonomisnya sistem.
Alasan Diperlukannya Audit :


1.   Tujuan audit sistem informasi menurut Ron Weber (1999:11-13) secara garis besar terbagi menjadi empat tahap, yaitu:

a. Pengamanan Aset

Aset informasi suatu perusahaan seperti perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), sumber daya manusia, file data harus dijaga oleh suatu sistem pengendalian intern yang baik agar tidak terjadi penyalahgunaan aset perusahaan. Dengan demikian sistem pengamanan aset merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

b. Menjaga integritas data

Integritas data (data integrity) adalah salah satu konsep dasar sistem inforamasi. Data memeiliki atribut-atribut tertentu seperti: kelengkapan, keberanaran, dan keakuratan. Jika integritas data tidak terpalihara, maka suatu perusahaan tidak akan lagi memilki hasil atau laporan yang beanr bahkan perusahaan dapat menderita kerugian

c. Efektifitas Sistem

Efektifitas sistem informasi perusahaan melikiki peranan pentigndalam proses pemgambilan keputusan. Suatu sistem informasi dapat dikatakan efektif bila sistem informasi tersebut telah sesuai dengan kebutuhan user

d. Efisiensi Sistem

Efisiensi menjadi hal yang sangat penting ketika suatu komputer tidak lagi memilki kapasitas yang memadai atau harus mengevaluasi apakah efisiensi sistem masih memadai atau harus menambah sumber daya, karena suatu sistem dapat dikatakan efisien jika sistem informasi dapat memenuhi kebutuhan user dengan sumber daya informasi yang minimal.

e. Ekonomis

Ekonomis mencerminkan kalkulasi untuk rugi ekonomi (cost/benefit) yang lebih bersifat kuantifikasi nilai moneter (uang). Efisiensi berarti sumber daya minimum untuk mencapai hasil maksimal. Sedangkan ekonomis lebih bersifat pertimbangan ekonomi.


Manfaat Audit IT :
               A.    Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)

Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria, mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut, dan mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen.   
B.     Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review)
 
Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya. Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya, Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang, Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan, Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan, dan Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI

Hasil gambar untuk audit
 
Pengertian Audit

Secara umum Audit (Teknologi informasi) adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. 
 
Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.
 
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.

Sejarah audit

Audit sudah dikenal dahulu pada zaman Mesopotamia dengan ditemukannya simbol-simbol pada angka-angka transaksi keuangan seperti titik, cek list, dan lain-lain. Di Mesir audit terlihat dari beberapa transaksi keuangan yang diperiksa oleh auditor. Di Yunani menerapkan audit namun untuk posisi ini kerajaan menempatkan para budak agar jika ada penyimpangan mudah untuk mencari informasi dengan cara menyiksa para budak tersebut. Dan di Romawi, audit menggunakan sistem "dengar transaksi keuangan", jadi setiap transaksi disaksikan oleh auditor.
 
Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seseorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan (Arens & Leobbecke ; 1998) sedangkan menurut R.K Mautz,Husain A sharaf ;1993 mendefinisikan auditing sebagai rangkaian praktek dan prosedur, metode dan teknik, suatu cara yang hanya sedikit butuh penjelasan, diskripsi, rekonsiliasi dan argumen yang biasanya menggumpal sebagai teori. Selanjutnya Mulyadi & Kanaka Puradiredja (1998) mendifinisikan auditing adalah proses sistematis untuk mempelajari dan mengevaluasi bukti secara objektip mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
 
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya audit teknologi informasi awalnya dikenal dengan istilah Electronic Data Processing(EDP). EDP telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mulai turut serta dalam pengembangan EDP tersbut pada tahun 1968. Sekitar periode tersbut didirikannnya Electronic Data Processing Auditors Association (EDPAA) oleh para auditor. Tujuan dari EDPAA adalah membuat suatu standard an tuntunan bagi audit EDP. Pada tahun 1977, edisi pertama Control Objectives diluncurkan. Publikasi ini kemudian dikenal sebagai Control Objectives for Information and Related Technology (CobiT). EDPAA mengubah namanya menjadi Information system audit(ISACA) pada tahun 1994.
 

Jenis-jenis Audit

1.    Sistem dan aplikasi.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.
2.    Fasilitas pemrosesan informasi.
 Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk.
3.    Pengembangan sistem.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi.
4.    Arsitektur perusahaan dan manajemen TI.
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi.
5.    Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstranet.
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server.

Kesimpulan

Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.


Ada 5 jenis-jenis audit yaitu : 
Sistem dan aplikasi, Fasilitas pemrosesan informasi, Pengembangan system, Arsitektur perusahaan dan manajemen TI dan Client/Server, telekomunikasi, intranet, dan ekstrane.

Rabu, 23 Maret 2016

Tugas 2 MLSI

Tugas 2


CONTOH NYATA DARI METODE YANG DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN PROSES KEY STEP PADA SIX SIGMA :
 
A. DEFINE
Tahap Define adalah tahap pertama dari proses DMAIC, tahap ini bertujuan untuk menyatukan pendapat dari tim dan sponsor mengenai proyek yang akan dilakukan, baik itu ruang lingkup, tujuan, biaya dan target dari proyek yang akan dilakukan. Tahapan dalam Define :

1. Pemilihan proyek oleh sponsor dan tim
2. Pembuatan proposal proyek dan pembentukan tim
3. Menentukan ruang lingkup proyek
4. Mengumpulkan data mengenai VOC (Voice of Customers)
5. Peninjauan ulang tahap Define
 
Tools yang digunakan dalam tahapan Define:

1. Brainstorming
2. Diagram SIPOC (Supplier, Input, Process, Output, Costumer)
 

B. MEASURE
Tahap Measure bertujuan untuk mengetahui proses yang sedang terjadi, mengumpukan data mengenai kecepatan proses, kualitas dan biaya yang akan digunakan untuk mengetahui penyebab masalah yang sebenarnya. Tahapan pada Measure :
1. Menentukan output dan input dari proses.
2. Membuat value stream mapping.
3. Menentukan ukuran performansi yang dipakai.
4. Melakukan pengumpulan data untuk perhitung.
5. Menghitung kapabilitas proses.
6. Peninjauan ulang tahap Measure
Tools yang digunakan dalam tahapan Measure:
1. Value Stream Map.
2. Value add and non value add analysis.
 
C. ANALYZE
Tujuan tahap Analyze adalah untuk memverifikasi penyebab yang mempengaruhi input kunci dan output kunci. Tahapan pada Analyze :
  
1. Menentukan input kritis.
2. Melakukan analisa data dan analisa proses.
3. Menentukan akar penyebab masalah.
4. Menyusun prioritas akar penyebab permasalahan.
5. Melakukan peninjauan ulang terhadap tahap Analyze.
Tools yang digunakan dalam tahapan Analyze :
1. Cause and Effect Diagram.
2. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA).
3. Pareto Chart.
 
D. IMPROVE
Tujuan tahap Improve adalah menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah.  Tahapan yang dilakukan pada Improve :
1. Mencari solusi potensial.
2. Memilih dan menyusun prioritas terhadap solusi.
3. Mengaplikasikan praktik Lean six sigma.
 
E. CONTROL
Tujuan tahap Control adalah untuk melengkapi semua kerja proyek dan menyampaikan hasil proses perbaikan kepada up management. dan memastikan bahwa setiap orang bekerja telah dilatih untuk melakukan prosedur perbaikan yang baru. Tahapan pada Control :
1. Mengadakan pemantauan terhadap hasil implementasi
2. Mendokumentasikan standard operating procedurebaru
3. Membuat rencana pengendalian proses
4. Membuat peta perjalanan/ histori proyek
5. Melakukan proses transisi dan pengalihan tanggung jawab pada pemilik proses
6. Melakukan peninjauan ulang tahap control

Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1. Hasil implementasi secara menyeluruh
2. Dokumentasi dan pengukuran untuk mempersiapkan tindakan lanjutan yang akan diambil
3. Bukti

METODE TAGUCHI
Berikut akan dijabarkan mengenai hal-hal yang penting dalam metode Taguchi:
Orthogonal Array
Robustness
Faktor Terkendali dan Faktor Noise.
 
contoh :

Signage (Papan Promosi) Toko

Masalah:
Seorang staf toko melaporkan kepada pemimpin eksekutif perusahaan ritelnya bahwa mereka menerima terlalu banyak papan promosi.
Analisa Six Sigma:
Perusahaan telah terlalu banyak mencetak dan mendistribusikan papan toko yang identik ke seluruh regional, tanpa memperhatikan ukuran masing-masing toko, jenis produk yang dijual, atau perencanaan display. Perusahaan tersebut lalu menerapkan metode klasifikasi toko yang custom agar dapat mengetahui kebutuhan masing-masing toko akan papan promosi, dan memesan papan promosi secara mingguan kepada vendor yang membuatnya. Opsi ini membuahkan berkurangnya pemborosan untuk papan toko  sebanyak 41%.
Total Keuntungan Pertahun: US$ 420.000

sumber: https://qualityengineering.wordpress.com/tag/konsep-six-sigma/

Tugas 1 MLSI

Tugas 1
Contoh Nyata 5 Domain Yang Terdapat Pada Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
Ada 5 (lima) domain proses utama yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh dalam memastikan terjadinya pelayanan berbasis teknologi informasi yang handal, masing-masing adalah sebagai berikut:
1.       Service Strategy
Mengisyaratkan bahwa setiap organisasi semacam perusahaan harus memiliki sebuah Strategi Pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas “services” yang terjadi dalam perimeter organisasi. Secara prinsip, strategi ini berisi bagaimana cara dan mekanisme yang dianut serta perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan organisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan yang baik.

Proses dalam mengembangkan strategi layanan adalah sebagai berikut:
·                     Strategy Management for IT Services
·                     Service Portofolio Management
·                     Financial Management for IT Services
·                     Demand Management
·                     Business Relationship Management

Contoh : sebuah best practice yang mendorong pembangunan kebijakan service management dan proses berdasarkan ITIL lifecycle yang sukses. Penyedia layanan akan memiliki pandangan strategic pada workflow ITIL service management yang memungkinkan kontrol terhadap risiko dan biaya. 

2.       Service Design
Memperlihatkan bagaimana organisasi merancang ekosistem (infrastruktur dan superstruktur) teknologi informasi untuk memenuhi atau melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini, diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok, dan unit/divisi pengguna pada organisasi.
  
Proses dalam merancang postur layanan teknologi informasinya adalah sebagai berikut:

·                     Design Coordination
·                     Service Catalogue Management
·                     Service Level Management
·                     Availability Management
·                     Capacity Management
·                     IT Service Continuity Management
·                     Information Security Management
·                     Supplier Management
  
Contoh :

·                     Mendesain service untuk memenuhi sasaran-sasaran bisnis
·                     Mendesain service yang mudah untuk dibangun dengan efisien
·                     Mendesain proses yang efektif dan efisien
·                     Mengidentifikasi dan mengelola resiko
·                     Mendesain infrastruktur TI yang aman dan handal, lingkungan (environment), aplikasi, serta sumber daya dan kapabilitas data/informasi
·                     Mendesain metode pengukuran dan metrik-metrik untuk menilai (assesing) proses desain
·                     Memproduksi dan memelihara rencana-rencana TI, proses-proses, kebijakan (policies), arsitektur, kerangka kerja, dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses desain
·                     Membantu dalam membangun kebijakan (policies) dan standar-standar dalam desain dan perencanaan service TI
·                     Mengembangkan keterampilan (skills) dan kemampuan (capability) dalam TI
·                     Memberikan kontribusi dalam perbaikan kualitas serivce TI

3.       Service Transition
Menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menuju rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektif dan tidak terjadi chaos.
  
Proses dalam konteks menerapkan konsep rancangan layanan teknologi informasi ke dalam kegiatan operasional sehari-hari adalah sebagai berikut:

·                     Transition Planning and Support
·                     Change Management
·                     Service Asset and Configuration Management
·                     Release and Deployment Management
·                     Service Validation and Testing
·                     Change Evaluation
·                     Knowledge Management

Contoh : client saat ini menggunakan Microsoft Windows XP. Kemudian ada proyek yang akan mengganti XP ke Windows 7 pada seluruh komputer. Service Transition berfungsi untuk memastikan bahwa proyek ini dilakukan secara sistematis, untuk mencegah gangguan yang terjadi di sisi client.

4.       Service Operation
Mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu pengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal (pemangku kepentingan) akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.
  
Proses dalam menjalankan kegiatan operasional layanan teknologi informasinya adalah sebagai berikut :

·                     Event Management
·                     Incident Management
·                     Request Fulfillment
·                     Problem Management
·                     Access Management
  
Fungsi tata kelola yang harus dibangun dalam perimeter perusahaan, yaitu :
·                     Service Desk Function
·                     Technical Management Function
·                     IT Operation Managemnet Function
·                     Application Management Function

Contoh studi kasus kenapa kita perlu memanage SO di sebuah organisasi atau perusahaan. Pada tahun 2010 kami ditunjuk sebagai team yang menangani sistem informasi disebuah perguruan tinggi. Pada awal kami ditujuk, organisasi tersebut belum merapkan layanan berbasis IT. Sehingga sebagai seorang ketua team saat itu, kami yang sering dimintai tolong untuk layanan IT yang sudah ada. Hal ini terjadi karena belum adanya service desk yang sesuai dengan tupoksi ITIL. Akibatnya untuk layanan-layanan yang sifatnya sangat sederhana, sebagai contoh reset password terkadang pelanggan tetap menghubungi Ketua. Dengan kondisi ketua yang sering rapat dan harus memanage banyak hal, terkadang hal-hal tersebut bukan membuat pelayanan menjadi cepat tetapi bahkan membuat menjadi lambat, tidak tercatat dan terkadang tidak terselesaikan.  
Kemudian kami mencoba mengubah layanan IT yang ada menggunakan konsep ITILv3, untuk fase awal kami tidak menggunakan seluruh fase yang ada, tetapi hanya menerapkan layanan service desk dengan konsep Single Point Of Contact (SPoC). Hasilnya sangat mengembirakan, terutama disisi dokumentasi terhadap masalah yang masuk ke service desk, dimana semua masalah menjadi tercatat. Team development yang tugasnya untuk memikirkan pengembangan sistem menjadi lebih focus dalam bekerja (tidak sering medapat gangguan langsung dari pelanggan). Walau kedepannya akan terjadi masalah karena penerapan SO saja tidak cukup, karena SO harus menggunakan patokan service portfolio yang sudah didefenisikan di SS dan SD dan di uji cobakan pada fase ST. Tetapi ini menjadi titik kemajuan penerapan ITSM dikampus kami.

5.       Continual Service Improvement
Mengingatkan perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus dari masa ke masa. Hal ini tidak saja berarti bahwa organisasi yang bersangkutan senantiasa belajar dan selalu berkembang dari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.
  
Proses ini berisi tujuh langkah perbaikan pelayanan, sebagai berikut :
·                     Mendefinisikan indicator yang harus diukur
·                     Menentukan yang harus diukur
·                     Mengumpulkan data
·                     Memproses data
·                     Menganalisa data
·                     Menyajikan dan menggunakan informasi
·                     Melaksanakan aksi perbaikan

Contoh : client dengan meningkatkan pada komponen transition, design, strategy dan operation. Sebuah sistem umpan balik biasanya digunakan untuk menerjemahkan masukan dari user menjadi strategi improvement.


http://haniyamari.blogspot.co.id/2016/03/contoh-nyata-5-domain-yang-terdapat.html